13 Desa di Kaltim Masuk Program Lisdes

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kalimantan Timur (Kaltim), Bambang Arwanto, mengatakan jika Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terus mendorong pemerataan akses listrik. Yakni melalui Program Listrik Desa (Lisdes).

BERDASARKAN hasil sinkronisasi data bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, dari 23 desa yang belum terpasang layanan internet, terdapat 13 desa yang masih belum “disetrum listrik” alias belum memiliki jaringan listrik dari Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Dari jumlah tersebut, 9 desa telah masuk dalam Program Lisdes. Sedangkan 4 desa lainnya masuk dalam perencanaan Program Lisdes tahun berikutnya.

Ini terungkap dalam rapat koordinasi antara Dinas ESDM Kaltim bersama Diskominfo Kaltim, belum lama ini, di Ruang Rapat, Lantai 2, Kantor Dinas ESDM Kaltim.

Dilansir dari laman resmi Pemprov Kaltim, Bambang menjelaskan, pembangunan jaringan listrik di sejumlah wilayah masih menghadapi berbagai tantangan. “Mulai dari akses jalan yang sulit hingga proses perizinan karena sebagian jalur jaringan melintasi kawasan hutan,” katanya.

Bambang menerangkan, pada 2027, sebanyak 44 desa di Kaltim direncanakan menjadi sasaran Program Lisdes. Adapun 9 desa yang dijadwalkan memperoleh pembangunan jaringan listrik meliputi Long Duhung, Pulau Miang, Tanjung Pagar, Ujoh Halang, Betung, Dasaq, Muara Geloan, Penawang, dan Kelompok Baru.

Melalui rapat koordinasi ini, Dinas ESDM Kaltim dan Diskominfo Kaltim berkomitmen memperkuat sinergi agar pembangunan infrastruktur telekomunikasi dan kelistrikan dapat berjalan selaras. “Kolaborasi ini diharapkan mampu mendukung pemerataan layanan publik serta memperkuat konektivitas digital bagi masyarakat desa di Kaltim,” ujar Bambang. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button